-->

Mencintai Ataukah Jatuh Cinta?

Mencintai dan jatuh cinta, semua orang pasti pernah mengalaminya, tidak terkecuali kita. Tapi pernahkah kita membayangkan/memikirkan apakah sama makna kedua kata tersebut. Apakah orang yang jatuh cinta, diwaktu itu juga dia sedang mencintai orang yang membuat dia jatuh cinta. Apakah sama makna antara mencintai dan jatuh cinta?

Seorang pemuda dan pemudi pada waktu mengalami jatuh cinta apakah dihatinya juga ada perasaan mencintai? Itu yang perlu kita cari tahu jawabnya.

Ketika seorang pemuda berkeinginan untuk memiliki kekasih seutuhnya, maka pemuda itu berarti egois, hanya mementingkan diri sendiri. Padahal cinta adalah pelepasan sikap egoisme. Cinta adalah perluasan batas-batas ego diri dengan cara melepaskan ego diri menuju ego-ego yang lainnya. Kalau egoisme sudah berhasil ditundukkan, maka kita tidak akan ada ambisi untuk memiliki sesuatu menjadi bagian dari dirinya. Yang ada hanyalah jiwa pembebasan untuk membebaskan orang yang dicintai. Dengan demikian, semakin seseorang mencintai orang lain, maka semakin besar pula jiwa pembebasnya untuk membebaskan kekasihnya.
Namun kalau yang muncul adalah ambisi untuk memiliki, maka itu menunjukkan kita masih jatuh cinta. Jatuh cinta merupakan ekspresi dari egoisme diri. Egoisme inilah yang akan melahirkan ambisi untuk memiliki sesuatu, termasuk juga kekasih. Kalau ambisi itu tidak terpenuhi yang muncul adalah perasaan, pikiran dan sikap seperti itu. Kalau tuntutan jatuh cinta tidak terpenuhi, maka kita akan menderita. Mencintai tanpa jatuh cinta bisa jadi sangat besar manfaatnya bagi perkembangan jiwa dan kepribadian kita. Walaupun mencintai menuntut pengorbanan total yang kadang sangat menyakitkan.

Dan ketika kita tidak bisa hidup tanpa kekasih belahan jiwa, maka sebenarnya kita telah menjadi benalu, sesuatu yang hidupnya bergantung kepada yang lain diluar diri kita. Menjadi benalu jelas tidak bermanfaat, baik bagi diri sendiri maupun orang lain yaitu kekasih kita, yang ada justru merusak. Bagi diri sendiri, menjadi benalu hanya membuat kita sendiri menjadi kerdil dan tak akan berkembang menjadi dewasa. Sedangkan bagi kekasih, menjadi benalu hanya menjadi beban baginya. Sebenarnya perasaan semacam itu menunjukkan kita tidak mencintai dia. Bahkan bisa dikatakan tidak mencintai diri kita sendiri. Karena saat kita benar-benar mencintai diri kita, maka kita tidak akan membiarkan jiwa kita kerdil dan tidak berkembang. Demikikan juga saat kita mencintai kekasih kita, maka kita berusaha untuk tidak menjadi beban baginya.

Itulah mencintai dan jatuh cinta, dua kata yang diambil dari kata dasar sama “cinta” tetapi punya makna yang jauh berbeda.

Mohon komentar dengan sopan, SARA atau menaruh LINK Aktif di kotak komentar tidak akan muncul
Show EmoticonHide Emoticon