-->

Smok Arts Painting Seni Rupa Kaliwungu

Kaliwungu, kota kecil sebelah barat kota Semarang ini selain disebut kota santri karena banyaknya pesantren dan orang yang nyantri dari berbagai daerah, ternyata juga menyimpan sebuah karya seni khas daerah tersebut, yang mungkin belum ada di daerah lain, seni Smok (Smok Arts Painting).


Smok Arts Painting

Seni rupa smok atau seni visual yang menampilkan seni kain yang di smok = Smek (remas/remet : Jawa) sebagai media rupa adalah salah satu kreativitas seni kerajinan rupa (Craft) yang pernah tumbuh di kota Kaliwungu pada masa lalu.
Jenis seni rupa ini tergolong unik dan menarik karena seni ini menggunakan bahan batik sebagai media kreasinya. Artinya setiap karya dari seni ini harus membutuhkan banyak jenis kain batik yang bermotif macam-macam. Dari kain batik inilah lukisan smok dikerjakan sesuai objek yang akan dikerjakan sebagai lukisan. Gaya dan ciri khas lukisan smok ini kebanyakan mengambil objek-objek life style/Alam benda (realis dan naturalis) Seperti Pemandangan (landscape), Orang (Figurative) dan Hiasan (Decorative).

Sejarah dan Perkembangan Seni Rupa Smok

Asal mula terciptanya seni smok sendiri menurut keterangan dari salah seorang warga Kaliwungu khususnya Kp. Kenduruan berawal dari sebuah acara peringatan 17-an yang ketika itu di kampung tersebut sedang diadakan acara panggung hiburan. Karena panggung yang pada waktu itu terbuat hanya dari bambu, seorang warga ingin menambahkan sesuatu agar bambu itu tidak terlihat apa adanya atau istilah kaliwungunya “nyeni”. Maka ditambahkan kertas koran yang dililitkan di bambu tersebut kemudian diremas. Dan kemudian kertas koran berkembang dan diganti dengan kertas semen yang diberi cat agar tampak lebih bagus. Pada waktu itu banyak acara-acara kegiatan keagamaan, pernikahan dll, menggunakan seni smok sebagai dekorasinya.

Seni smok berkembang lebih luas, media dan ruangnya pada peran dan fungsi smok. Smok yang dulunya sekedar sebagai pelengkap suatu acara, kini beralih fungsi sebagai karya seni yang khas dan dapat dinikmati oleh masyarakat berbagai segmentasinya. Kini seni smok tidak hanya Seni hias/dekoratif Smok Art Decoration namun juga bisa menjadi Smok Arts Painting.
Tahun 1974, Seni rupa Smok (Smok Arts Painting) mengalami kemajuan yang cukup signifikan, dan seni ini diminati dan banyak dikoleksi oleh kalangan pejabat, pengusaha, dan kolektor bahkan masyarakat mulai tertarik dengan keindahan hasil karya seniman Kaliwungu. Tak mengherankan pada masa itu Smok menjadi Primadona hingga pernah menjadi salah satu Souvenir Nasional. Bahkan seni Smok sempat dijadikan untuk souvenir tamu kenegaraan, atau Souvenir untuk setiap kunjungan pejabat penting yang datang ke Indonesia (Khususnya Jawa Tengah) di antaranya tamu kenegaraan yang menerima Souvenir seni ini adalah sbb:

Ratu Elisabeth II dari Inggris
Saat berkunjung ke Candi Borobudur Jawa Tengah pada tahun 1974.

Presiden RI kedua Bapak Suharto
Pada saat meresmikan pabrik Permintalan di Jawa Tengah pada tahun 1975.

Imelda Marcos Isteri Ferdinand Marcos, Presiden Filipina
Waktu berkunjung ke Indonesia, di Istana Merdeka Jakarta pada tahun 1975.

Di samping sebagai Souvenir. Seni Smok juga banyak dijadikan koleksi pribadi oleh para pejabat dan instansi-instansi daerah, diantara pejabat yang sempat mengkoleksi adalah :

Bapak Adam Malik, mantan Menteri Luar Negeri RI.
Bapak Joop Ave, Mantan Sekretaris Rumah Kepresidenan.
Ibu Tien Suharto, untuk koleksi pribadinya.
Bapak Soepardjo Rustam, Mantan Gubernur Jawa Tengah,
Bapak Ismail, mantan Gubernur Jawa Tengah.

Serta Seni Smok ini juga dipajang (Koleksi) untuk instansi dan kantor pemerintahan di antaranya:

PEMDA Kab. Kendal
KANTOR GUBERNUR Jateng
ISTANA MERDEKA Jakarta
Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta.

Kurun waktu antara tahun 1970 sampai 1980 adalah masa kejayaan Smok Arts Painting Kaliwungu, tak mengherankan saat itu smok banyak diburu oleh para pengusaha dan kolektor di Jawa Tengah. Sekitar tahun 1980-an waktu gencarnya para pengusaha dan kolektor memburu Seni Smok untuk dijadikan sebagai komoditi yang komersial, saat itu pula seni smok menghilang bagai ditelan bumi. Tak pernah ada yang tahu entah kemana tentang kepopularitasan dan kejayaan Smok di waktu itu. Bagai misteri lenyapnya seni Smok banyak yang tidak mengetahuinya. Di tanah kelahirannya pun tak ada yang tahu, atau memang tak mau tahu tentang seni smok yang pernah membawa nama daerah ke tingkat nasional, bahkan ke mancanegara.

Hampir 30 tahun, bagian dari khazanah budaya seni Kaliwungu hilang dari cerita. Kini, generasi dan masyarakat akan dapat menikmati kembali khazanah budaya yang pernah dirintis oleh para seniman tempo dulu, dan sebagai generasi sekarang kita harus mempertahankan khazanah budaya dan predikat kota Kaliwungu, sebagai Kota Santri dan Kota Budaya.

Sanggar De5

Manusia sadar budaya adalah manusia yang menyadari dirinya sebagai bagian dari masyarakat tempat ia hidup. Dengan kesadaran itu, ia memiliki sikap positif terhadap budaya masyarakatnya berupa rasa cinta, bangga, dan keinginan untuk melestarikan budaya tersebut. Dalam menumbuhkan kesadaran budaya di masyarakat, kami membentuk suatu kelompok yang diberi nama Sanggar De5 (Delima = Dengan landasan ingin maju). Kami berharap, semoga pendidikan seni sangat efektif, karena seni mengandung simbol, mitos, dan berbagai bentuk pemahaman tradisional untuk membangun visi kehidupan yang meliputi, kecemasan, harapan, cita-cita, dan keyakinan dari suatu budaya.

Hasil Karya SENI SMOK BATIK yang telah dibuat pada Galleri Sanggar Delima antara lain :
  1. Turangga Tumenggung Bahurekso (ukuran : 50 x 70 cm)
  2. Bunga Mawar (ukuran : 45 x 30 cm)
  3. Ikan Hias (ukuran : 30 x 40 cm)
  4. Wayang “Hanoman” (ukuran : 100 x 80 cm)
  5. Rimba Raya (ukuran : 80 x 110 cm)
  6. Kereta Prambanan (ukuran : 50 x 70 cm)
  7. Nuansa Pedesaan (ukuran : 75 x 100 cm)
  8. Ikan Koi (ukuran : 25 x 100 cm)
  9. Kaligrafi “Subhanallah”. (ukuran : 50 x 70 cm)
  10. Kaligrafi “Allahu Akbar”. (ukuran : 70 x 50 cm)
Koleksi Seni Smok Batik Sanggar De5

Bagi Anda yang berkenan menjadi menjadi donatur kami atau juga berkenan dengan hasil karya kami dapat menghubungi via email : h4sn4hasyim@gmail.com.

Mohon komentar dengan sopan, SARA atau menaruh LINK Aktif di kotak komentar tidak akan muncul
Show EmoticonHide Emoticon